Diputusin pacar bukan akhir dari dunia! Buat apa terpuruk dan menangisi sang pacar yang udah mutusin kita. Ih, rugi banget deh… Makanya, simak cara-cara supaya kita bisa tetap tegar saat diputusin pacar.
• Tetap berpikir Jernih
Wajar sih kalau kamu menangis setelah diputusin pacar. Tapi, kalau kamu sudah pasrah dan menjadi cewek yang menutup diri itu engga wajar namanya. Sebaiknya jernihkah pikiran kamu dengan cara menikmati kesendirian kamu. Pikirkan hal-hal yang positif saat kamu menjalankan segala sesuatunya sendiri. Yakinkan diri kamu kalau si dia bukanlah segala-galanya bagi kamu.
• Manjakan diri kamu
Setelah menjernihkan pikiran, sekarang saatnya kamu bangkit. Manjakan diri kamu dengan melakukan perawatan di salon. Percantik diri kamu sendiri. Tapi kalo buat cowo ya jangan ke salon, ntar dikira jadi bencong lagi… :D
Selamat Datang Di Blog Sruweng Dan Terimakasih Atas Kunjungannya Semoga Bermanfaat
Jumat, 18 Juni 2010
Sabtu, 12 Juni 2010
Cerpen Sedih
Sinta memerhatikan sekali lagi wajah sahabat barunya itu. Wajah Bunga tampak semakin pucat. “Kalau kau punya masalah, kau jangan malu cerita padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu…”“Jangan terlalu peduli padaku.” “Jangan memaksakan diri jika kau tak mampu. Kau pasti memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu.”“Sudah kukatakan jangan pedulikan aku!” Bunga menunjukkan sikap tidak sukanya.
“Aku merasa berdosa jika membiarkan seseorang yang tertimpa masalah menjadi tersiksa lantaran tak ada yang peduli. Apalagi kau, seorang sahabat yang pertama kali aku kenal di kampus ini…” “Kau kira aku wanita lemah?!” Bunga berdiri dari duduknya lalu melangkah meninggalkan Sinta menuju pintu kelas. “Bunga, kau mau bolos kuliah lagi?” teriak Sinta. Bunga hanya diam. Sinta mengejarnya. “Bila kau bolos lagi hari ini kau bisa dikeluarkan dari kelas ini!” Bunga menoleh, menatap wajah Sinta dengan pandangan menusuk. “Kukira nasibku bukan ditentukan oleh mata kuliah hari ini. Hanya aku dan Tuhan saja yang bisa mengatur hidupku “Suatu saat nanti kau pasti menyesal.”
“Aku lebih menyesal lagi jika ke kampus tapi tidak mendapatkan apa-apa!”
“Kau menyindir aku” “Aku mengatakan ini pada diriku sendiri!” Tanpa rasa ragu sedikit pun Bunga melangkah ke luar kelas. Tak dipedulikannya lagi saat Pak Robert, dosen yang akan memberikan mata kuliah Ekologi Pemerintahan itu melongo di muka pintu, memerhatikan kepergiannya.
Bunga telah terkantuk-kantuk menonton televisi bersama kedua adiknya saat ibu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. “Hei, kalian belum tidur…? Hhhh… sudah jam berapa ini heh… ibu melangkah sempoyongan. Tubunya lemah sekali. “Kami mengkhawatirkan ibu… ibu akhir-akhir ini jarang pulang ke rumah…” Bunga memapah ibu duduk di sofa. Tubuh ibu yang berbau alkohol tercium begitu menyengat, menyumbat hidung. Membuat kedua adik Bunga takut lalu menggeser posisi duduk mereka ke sofa ujung.
“Kalian tak usah terlalu mengkawatirkan Ibu… hhhh… Ibu baik-baik saja. Ibu berbuat begini juga demi kalian. Dengan cara beginilah Ibu bisa mendapatkan uang…”
Keheningan menyergap sesaat. Udara malam terasa kian membeku. “Apa Ibu tahu kalau ayah menikah lagi?” tanya Bunga dengan suara bergetar. “Biarkan saja. Jangan urusi ayahmu lagi…”“Seharusnya ayah bertanggung jawab atas hidup kita…!” Bunga berkata dengan amarah yang menggebu.“Ibu yang menyuruhnya menikah lagi!”Hampir saja Bunga tersedak. Bunga membelalak tak percaya. Ibu?? Oh… Raut wajah Bunga kian memucat. Hari ke hari dilaluinya dengan banyak menyendiri. Seperti saat ini, duduk termenung di tepi sungai dengan tatapan nanar penuh dengan kepedihan. Tiba-tiba seseorang datang mengahampirinya, menawarinya segelas teh botol dingin. Ternyata Sinta, sahabat barunya. Bunga menoleh sesaat menatap wajah Sinta. Wajah itu tampak berseri. Terlihat sangat bahagia. Tidak seperti dirinya, yang selalu murung dengan mata lembab oleh air mata. “Laki-laki itu sungguh ramah dan baik hati…” Sinta berkata tanpa diminta. Mungkin ia ingin membagi kebahagiaannya pada Bunga. Namun Bunga diam saja.. Tak ada senyum yang merekah di bibirnya. “Coba kau lihat kalung ini,” Sinta memerlihatkan kalung yang melingkar di lehernya. “Bagaimana menurutmu?” tanya Sinta. “Kalung itu kalung mahal. Pas sekali di lehermu yang jenjang. Kau tampak semakin cantik,” ucap Bunga mulai bersuara. “Bukan hanya kalung, laki-laki itu juga memberiku anting-anting dan beberapa gaun mahal.”
“Dia pacar barumu ya?” tanya Bunga.
“Bukan…”
“Lalu?”
“Dia… dia… ah, coba kau lihat ini!” Sinta mengambil sehelai foto pernikahan dari dalam dompetnya lalu memerlihatkannya kepada Bunga. “Pasangan yang serasi bukan?” Bunga tak menyahut. Ada pisau yang menusuk di ulu hatinya yang membuat kedua matanya kembali mengembun. “Dia papa buruku…” ucap Sinta kemudian. Embun di mata Bunga pun kian berguguran menoreh hatinya yang semakin terluka. wis lah heheehe kaya kue
Jumat, 11 Juni 2010
Menuju Kabupaten Layak Anak
Kebumen dipastikan akan dan tengah menuju menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Diharapkan pada tahun 2013 KLA akan bisa tercapai, dua tahun mendahului target nasional pada 2015 yang disesuaikan dengan MDGs (Millenium Development Goals). Tekad ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindunag Anak dan Keluarga Berencana (BPPKB), Ir. Puji Rahayu saat membuka workshop Menuju Kabupaten Layak Anak, di hotel Candisari Karanganyar (11/06/2010). .
Jumat, 04 Juni 2010
PILKADA KEBUMEN PUTARAN II SIAP DIGELAR
Pemungutan suara untuk Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kebumen (Pilbup) Putaran II siap digelar pada Minggu, 6 Juni 2910. Kesiapan itu paling tidak ditegaskan KPU Kabupaten Kebumen, Pemkab Kebumen, Polres Kebumen, serta Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kebumen, pada acara sosialisasi Pilbup Putaran II Kamis (27/5).
Di depan tokoh masyarakat, pimpinan parpol ormas, dan penyelenggara Pilbup Kebumen, Ketua KPU Kabupaten Kebumen Teguh Purnomo.SH.MHum menegaskan, KPU Kebumen sudah siap dalam hal sumber daya manusia untuk penyelenggara Pilbup. Kesiapan itu antara lain dengan mengangkat kembali 2070 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Disamping itu, KPU Kebumen juga sudah siap dengan logistik Pilbup 2010 untuk keperluan di 2070 TPS.
Untuk anggarab Pilbup putaran II, menurut Asisten I Sekda Kebumen H Adi Pandoyo.SH,MSi, siap diberikan kepada KPU Kabupaten Kebumen dalam bentuk dana hibah untuk Pilbup Kebumen. Dana hibah tersebut, bersumber dari APBD tahun anggaran 2010. Sehingga, untuk anggaran PIlbup putaran II, KPU Kabupaten Kebumen tinggal menggunakan sesuai dengan rencana dan kebutuhan yang sudah diatur dari perjanjian hibah antara Pemkab Kebumen dan KPU Kabupaten Kebumen. “ Kami juga melakukan sosialisasi Pilbup putaran II, “ kata Adi Pandoyo.
Kepala Bagian Operasi Polres Kebumen Kompol Sudarwoto.SH juga menyatakan, Polres Kebumen siap mengamankan penyelenggaraan Pilbup Putaran II. Kesiapan pengamanan, dari pra pemungutan suara, pada saat pemungutan suara, hingga pasca pemungutan suara, sampai dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen terpilih, 18 Juli 2010.
“ Dalam hal pengamanan kami mengutamakan tindakan preventif , deteksi dini, sedangkan tindakan represif dengan penindakan, jika terjadi hal – hal yang sudah tidak bisa dilakukan dengan cara preventif, “ kata Sudarwoto. Kekuatan yang dilibatkan dari Polres Kebumen mencapai 640 personil. Pada saat saat pemungutan suara sebanyak 536 personil ditempatkan di 2070 Tempat Pemungutan Suara. Selain personil dari Polres Kebumen, pengamanan juga didukung Kodim 0709 Kebumen, anggota Perlindungan Masyarakat, Polres Kebumen juga menyiapkan 1 kompi pasukan Brimob anti huru – hara, yang siap di bawah kendali operasi (BKO) Polres Kebumen jika dibutuhkan. Penulis dapat informasi dan sumber dari,
http://kpud.kebumenkab.go.id/index.php?module=News&func=display&sid=34..kaya kue...mohon partisipasi anda semoga sukses PILKADA KEBUMEN
Langganan:
Postingan (Atom)
