Selamat Datang Di Blog Sruweng Dan Terimakasih Atas Kunjungannya Semoga Bermanfaat
Senin, 21 November 2011
Kamis, 17 November 2011
MAKANAN KHAS PANDANSARI GOLAK
Ibu Tursiyem warga Desa Pandansari Kecamatan Sruweng, Kebumen memilih berdagang Enggeng atau Golak untuk menambah ekonomi keluarga. Makanan khas Kebumen ini menjadi salah satu tumpuan utama ekonomi keluarga, dan merupakan sebagai pekerjaan sehari-harinya. Dari hasil berjualan Enggeng ini sebagian digunakan untuk membiayai anak perempuan satu-satunya yang masih duduk di bangku MTS kelas II. Dengan ditemani sang suami, Ibu Tursiyen ini berjualan Enggeng di tepi jembatan Pejagoan. Lebih tepatnya di sebelah selatan alun-alun Kebumen. Tempatnya sangat sederhana, hanya mengambil trotoar sebagai tempat lapak kemudian ditutup dengan plastik. Enggeng atau Golak Ibu Tursiyem dibuatnya sendiri dari bahan baku singkong yang sudah dihaluskan. Singkong tersebut ia peroleh langsung dari para petani di desanya. Menurutnya singkong dari petani jauh lebih berkualitas dibandingkan singkong yang sudah masuk ke Industri. Biasanya sudah dicampuri dengan bahan pengawet. Tanpa lelah berkerja dari pagi sampai siang Ibu Tursiyem menbuat racikan bahan Enggeng atau Golak. Ibu Tursiyem memasarkan Enggeng sore hari, dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Setiap harinya Ibu Tursiyem rata-rata menghabiskan 40 kg singkong. Dari situ ia bisa mengambil keuntungan bersih sekitar Rp 20.000, sudah dengan pengeluaran membeli minyak goreng dan Gas untuk memasak. Satu ikat Enggeng atau Golak ini dijual dengan harga Rp 2000. Meskipun tepat berada di bibir jalan, ibu Tursiyem nampaknya sudah tidak ada rasa takut jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di jalan tersebut.
Sabtu, 01 Oktober 2011
BUDIDAYA IKAN GURAMEH DI SRUWENG
BUDIDAYA IKAN GURAMEH, Ikan gurameh ternyata cuku penak untuk dikonsumsi karena dari rasa dagingnya yang khas ditambah tulangnya yang sedikit.Di daerah kebumen budidaya ikan gurameh ternyata cukup meyakinkan karena di daerah kebumen,faktor cuaca dan kualitas air tanah nya cukup baik untuk membudidayakan ikan gurameh. Ikan gurameh ternyata tidak memerlukan perawatan yang khusus,hanya perlu memperhatikan kebersihan air tanah yang akan dipergunakan untuk pemeliharaan. Tempat pemeliharaan ikan gurameh ada 2 macam : 1. Bak
2. Kolam alam (sawah, kolam tanah). Ternyata keuntungan yang diperoleh dari budidaya ikan gurameh cukup menggiurkan.ini adalah contoh berdasarkan pengalaman kami : 1 ekor bibitan : Rp 1000, Biaya pakan 1 ekor ikan per KG : Rp 7000-8000 dibulatkan Rp 7500, Berat ikan gurameh/1KG pakan adalah 7 ons/13 bulan, Harga 7 ons =Rp 15.000/KG (23-25ribu/KG), Harga Rp15.000 dikurangi biaya bibit dan pakan Rp 8500 adalah Rp 6500 keuntungan per ekor mencapai Rp 6500 Meskipun keuntungan tidak begitu besar, tapi budidaya ikan gurameh tidak merepotkan.Seperti contoh : sapi atau kambing, yang cukup merepotkan dengan penyediaan pakan.Budidaya ikan gurameh hanya cukup menyediakan pakan yang bisa di beli di toko dan memeperhatikan kualitas air, jika kotor di ganti. Tetapi jika ingin budidaya bermodal besar keuntungan pasti lebih banyak. Bila ingin informasi lebih lanjut tentang budidaya ikan gurameh dan membutuhkan bibitan ikan gurameh,bisa datang langsung ke alamat Bpk. nono sumarwoto Desa karanggedang Rt 02 Rw 04 Kec.Sruweng Kebumen No hp : 085293818661, 081280827474
Selasa, 20 September 2011
KEKERINGAN DI KECAMATAN SRUWENG, KEBUMEN
Desa Pengempon, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen sudah dua bulan ini terpaksa menggunakan air dari selokan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Selokan yang menjadi tumpuan warga Gunung Tugel berada persis di bawah tebing pegunungan. Air rembesan yang menggenang di cekungan selokan, diciduk untuk dimasukan ke dalam jerigen. Menciduknya pun harus perlahan-lahan agar tidak keruh. Untuk mendapatkan air, warga pun harus antre. Air dari sini untuk semua kebutuhan, untuk minum hingga mandi. Biasanya dilakukan malam hari dengan penerangan obor daun kelapa kering. Di tengah krisis air bersih, warga hanya mendengar Pemerintah Kabupaten Kebumen memberi bantuan air bersih. Namun hingga kini, belum pernah ikut menikmati. Di Kecamatan Sruweng, krisis air bersih tidak hanya dialami warga Pengempon. Keterangan Camat Sruweng, Mulyadi, krisis air bersih juga di alami warga Desa Tanggerang, Karangjambu, Pakuran, Condong Campur, Pandansari, Lemah Rata, Sidoagung, Pandansari, Donosari, dan Penusupan. "Jumlah jiwa yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Sruweng ada seribu lebih," papar Mulyadi. Menurut Mulyadi, bantuan air bersih sudah menjangkau warga yang membutuhkan. Droping air bersih dilakukan seminggu sekali. Terkait dengan warga Pengempon yang belum tersentuh bantuan air bersih, dikatakan karena belum ada usulan dari pihak desa.
Langganan:
Postingan (Atom)


