Selamat Datang Di Blog Sruweng Dan Terimakasih Atas Kunjungannya Semoga Bermanfaat

Kamis, 17 November 2011

MAKANAN KHAS PANDANSARI GOLAK

Ibu Tursiyem warga Desa Pandansari Kecamatan Sruweng, Kebumen memilih berdagang Enggeng atau Golak untuk menambah ekonomi keluarga. Makanan khas Kebumen ini menjadi salah satu tumpuan utama ekonomi keluarga, dan merupakan sebagai pekerjaan sehari-harinya. Dari hasil berjualan Enggeng ini sebagian digunakan untuk membiayai anak perempuan satu-satunya yang masih duduk di bangku MTS kelas II. Dengan ditemani sang suami, Ibu Tursiyen ini berjualan Enggeng di tepi jembatan Pejagoan. Lebih tepatnya di sebelah selatan alun-alun Kebumen. Tempatnya sangat sederhana, hanya mengambil trotoar sebagai tempat lapak kemudian ditutup dengan plastik. Enggeng atau Golak Ibu Tursiyem dibuatnya sendiri dari bahan baku singkong yang sudah dihaluskan. Singkong tersebut ia peroleh langsung dari para petani di desanya. Menurutnya singkong dari petani jauh lebih berkualitas dibandingkan singkong yang sudah masuk ke Industri. Biasanya sudah dicampuri dengan bahan pengawet. Tanpa lelah berkerja dari pagi sampai siang Ibu Tursiyem menbuat racikan bahan Enggeng atau Golak. Ibu Tursiyem memasarkan Enggeng sore hari, dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Setiap harinya Ibu Tursiyem rata-rata menghabiskan 40 kg singkong. Dari situ ia bisa mengambil keuntungan bersih sekitar Rp 20.000, sudah dengan pengeluaran membeli minyak goreng dan Gas untuk memasak. Satu ikat Enggeng atau Golak ini dijual dengan harga Rp 2000. Meskipun tepat berada di bibir jalan, ibu Tursiyem nampaknya sudah tidak ada rasa takut jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di jalan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar